Uptown Funk diciptakan oleh Ronson yang memang dikenal piawai meramu nada-nada retro. Mendengarkan lagu ini tak ubahnya mendengar lagu milik James Brown, Michael Jackson atau Prince pada era ’70-’80-an.
Sebagaimana dilansir laman The Vine Australia, Uptown Funk layak disebut “killer pop for 2014.” Nuansa jadul di lagu ini berhasil dihidupkan oleh Mars yang luwes mengadaptasi vokal sekaligus gaya Brown, Prince maupun Jackson.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terdengar jadul, toh Uptown Funk mampu merajai tangga lagu dunia. Artinya, penikmat musik masa kini tak keberatan “menelan” lagu yang mendapat pengaruh irama lawas. Di Australia sendiri, lagu ini paling sering diputar.
Ronson telah lama menjadi DJ di klub-klub di New York, AS. Menurutnya, lagu-lagu R&B, soul, disco, funk, yang beredartak memiliki greget. Sampai suatu kali, ia mendengar lagu Mystikal dari Bruno Mars, dan lantas memfavoritkannya.
Kehadiran Mars memang berhasil mengangkat pamor Uptown Funk yang liriknya dinilai tak bermakna. Namun begitulah adanya produk ranah pop. Selama lagu dipoles dengan baik, dan dibawakan dengan sangat menarik, penikmat musik punya alasan untuk menyukainya.