Itu disampaikan juru bicara 20th Century Fox, studio yang memproduksi Exodus: Gods and Kings, seperti dilansir dari kantor berita Reuters. Namun, salah satu studio besar di Hollywood itu menolak menjelaskan alasannya. Bukan hanya di Mesir, film itu juga dilarang di Maroko.
Diduga, pelarangan itu terkait dengan isi film yang didasarkan pada kisah di Kitab Injil tentang Musa. Sebelumnya, kisah tentang Nuh dalam film Noah juga pernah dilarang di beberapa negara muslim di Timur Tengah. Indonesia juga termasuk yang melarang pemutaran Noah. Tapi kali ini, Indonesia menayangkan Exodus: Gods and Kings.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibantu Tuhan, Moses alias Musa, yang diperankan Christian Bale membawa enam ratus budak Yahudi lepas dari Mesir. Mereka melintasi Laut Merah yang dalam kitab-kitab agama dikisahkan dibelah oleh Musa. Namun di film, mereka hanya menyeberang saat arusnya surut.
Di Barat, film yang disutradarai Ridley Scott itu juga menimbulkan kontroversi. Bukan soal kisahnya, melainkan aktor-aktor utama yang seluruhnya berkulit putih. Film itu juga disebut-sebut melenceng dari sejarah.
Tapi di luar itu, Exodus: Gods and Kings cukup diminati. Mengutip Reuters, film berbujet US$ 140 juta atau Rp 1,7 triliun itu sudah menghasilkan US$ 107 juta atau Rp 1,3 triliun selama dua minggu rilis secara global.