Itu hasil yang menakjubkan, mengingat banyak serangan terjadi sebelum film itu dirilis. Seperti diketahui, film yang dibintangi Seth Rogen dan James Franco itu sempat tak jadi diputar karena ancaman peretas. Diduga, itu dilakukan pihak Korea Utara, sebab film itu memarodikan pemimpin mereka, Kim Jong Un.
Namun berkat publik Amerika, artis Hollywood, dan Presiden Barack Obama yang angkat bicara, Sony memutuskan menayangkan film itu. Natal lalu, The Interview tayang perdana. Nyatanya, film itu dibeli lebih dari dua juta kali secara online hanya dalam waktu empat hari. Itu menjadi film terlaris Sony secara online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laris manisnya film The Interview mendapat respons dari Korea Utara. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Digital Spy, negara yang dikuasai militer itu menyebut The Interview sebagai film yang tidak benar dan menjatuhkan martabat pemimpin Korea Utara, serta mendorong aksi terorisme.