Garuda Superhero adalah film pertama Rizal. Pada CNN Indonesia, ia mengaku didekati produser dan ditawari memainkan karakter Bara Darma, yang kemudian menjadi pahlawan super Garuda Nusantara. Rizal sempat ragu. Ia tak punya dasar kemampuan berakting. Namun saat disebut bahwa filmnya untuk anak-anak, ia langsung mau.
(Baca juga: Garuda, Parade Kecanggihan Jagoan Indonesia)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami punya masa reading empat bulan. Ketemu senior dan belajar. Empat bulan itu separuh untuk dialog, separuh lagi untuk fighting," pria 27 tahun itu menuturkan. Soal bertarung, baginya mudah. Rizal punya dasar taekwondo.
Kostum yang berat juga mengganggu kegesitan bergerak. Bayangkan saja, Rizal harus mengenakan kostum pahlawan super seberat 15 kilogram. Dokter asal Gorontalo itu mengungkapkan, kostumnya sangat berat dan panas. "Saya cuma tahan dua jam," tuturnya. Untungnya, ia menjadi superhero yang tidak memerlukan banyak adegan silat.
Rizal pun akhirnya percaya diri di depan kamera. Bahkan, dengan tegas ia mengucapkan, tertarik untuk main film lagi. Jika ada sekuel Garuda Superhero, ia memastikan sangat tertarik. "Ya, saya akan main di sekuel keduanya," ujarnya. Ia hanya perlu menyesuaikan jadwal praktik dokter dan waktu syuting.
(rsa/vga)