KABAR FILM
Alasan Ilmiah Mengapa Frozen Untung Triliunan Rupiah
Rahmi Suci Ramadhan | CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2015 08:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- “Let it go, let it go....”
Di rumah, di jalan, di sekolah, hampir di mana-mana, anak-anak kerap menyenandungkan potongan lirik musik Frozen itu. Karakter Elsa dalam film produksi Disney itu juga amat populer di kalangan anak-anak. Busana khas putri nan imut itu itu laris manis.
Frozen sendiri memang menjadi film yang sangat disukai. Ia meraup untung lebih dari US$ 1,2 miliar atau Rp 152 triliun. Bahkan Frozen digadang-gadang sebagai film animasi nomor satu sepanjang masa. Lebih dari setahun berlalu setelah rilis, demam Frozen masih merajalela.
Sejatinya, Frozen bukan film tentang putri yang pertama kali. Anak-anak perempuan juga sudah menyukai kecantikan serta mimpi bahagia selamanya sejak dulu. Lantas, apa yang menyebabkan Frozen lebih menarik dibanding film putri Disney terdahulu?
Maryam Kia-Keating, Ph.D dan Yalda T. Uhl, MBA, Ph.D, psikolog dari University of California, Amerika Serikat, mengungkapkan pendapatnya dari sisi ilmu psikologi. Mengutip Time, berikut alasan ilmiah mengapa Frozen amat laris.
Add
as a preferred
source on Google
Di rumah, di jalan, di sekolah, hampir di mana-mana, anak-anak kerap menyenandungkan potongan lirik musik Frozen itu. Karakter Elsa dalam film produksi Disney itu juga amat populer di kalangan anak-anak. Busana khas putri nan imut itu itu laris manis.
Frozen sendiri memang menjadi film yang sangat disukai. Ia meraup untung lebih dari US$ 1,2 miliar atau Rp 152 triliun. Bahkan Frozen digadang-gadang sebagai film animasi nomor satu sepanjang masa. Lebih dari setahun berlalu setelah rilis, demam Frozen masih merajalela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maryam Kia-Keating, Ph.D dan Yalda T. Uhl, MBA, Ph.D, psikolog dari University of California, Amerika Serikat, mengungkapkan pendapatnya dari sisi ilmu psikologi. Mengutip Time, berikut alasan ilmiah mengapa Frozen amat laris.
Add
as a preferred source on Google
Elsa dekat dengan emosi anak-anak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA