PEMBUNUHAN KARTUNIS NABI

Mengenal Empat Kartunis Korban Charlie Hebdo

Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2015 10:30 WIB
Mengenal Empat Kartunis Korban Charlie Hebdo
Kasus penembakan kepada media Charlie Hebdo di Paris menewaskan 12 staff. (Srdjan Zivulovic/Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus penembakan 12 pegawai Charlie Hebdo di Perancis menyeret empat kartunis ternama di dunia. Keempatnya memang terkenal di publik Perancis dan dunia sebagai kartunis satir yang kerapkali kontroversial.

Berikut profil singkat keempat kartunis korban penembakan biadab tersebut.



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stephane Charbonnier

Stephane Charbonnier, pemimpin redaksi Charlie Ebdo yang menjadi target dari Al-Qaeda. (Fred Dufour/Getty Images)

Pria kelahiran 21 Agustus 1967 ini telah menjadi jurnalis Charlie Hebdo sejak 1992 dan diangkat menjadi pemimpin redaksi media tersebut sejak 2009.

Pria yang akrab disapa Charb ini selain menjadi jurnalis majalah satir, pernah bekerja di berbagai media seperti L'Echo des savanes, Telerama, L'Humanite.

Kartunis asli Perancis itu sering menghasilkan karya kartun berupa feature yang menyuarakan kritik, salah satunya adalah Maurice et Patapon. Daniel Leconte, seorang yang pernah membuat dokumenter mengenai Charlie Hebdo, menggambarkan sosok Charb sebagai sosok yang ramah, lucu, dan bukan doktriner.

Charb memang terkenal seringkali membuat kartun satir yang kontroversial. Dirinya termasuk yang mendukung kebebasan berpendapat.

Larangan menggambar sosok Nabi Muhammad oleh Pemerintah Perancis pernah dilanggarnya pada 2012 yang mengakibatkan kantor media tersebut dibom oleh golongan ekstrimis Islam dan membuatnya menjadi target dari Al-Qaeda.

Jean Cabut

Anggota tim kartun Charlie Hebdo, Jean Cabut. (Bertrand Guay/Getty Images)

Seniman Paris kelahiran 13 Januari 1938 ini adalah lulusan seni dari Ecole Estienne Paris dan telah mempublikasikan karyanya sejak 1954 di media lokal. Ia lebih sering dipanggil dengan Cabu dan pernah mendirikan media bernama Hara-Kiri setelah ia bertugas militer di Aljazair.

Leconte menggambarkan Cabu sebagai sosok seniman, penyair, dan wartawan yang baik. Cabu selalu menggambar dan membuat sketsa di mana pun ia berada.

Dirinya seringkali menggambar politisi, seperti dalam karyanya Zero Croissance yang menggambarkan Presiden Perancis, Francois Hollande dengan pakaian penjaga pantai dan membiarkan orang-orang yang berenang akan tenggelam.

Ia selalu menggambarkan topik-topik hangat yang sedang dibicarakan, termasuk penggambaran sosok Nabi Muhammad.
LIHAT SELENGKAPNYA