Betapa tidak, mereka berkesempatan mencicipi minuman kopi yang diracik langsung oleh sang aktor tampan peraih Piala Citra.
Saat ditanya kopi favoritnya, "Kopi paling enak adalah kopi racikan saya, Ben's Perfecto," kata Chicco.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berperan sebagai Ben, pecinta kopi sejati sekaligus pemilik kedai kopi di Jakarta dalam film yang akan segera diproduksi akhir pekan ini, Filosofi Kopi.
Ben adalah seorang yang perfeksionis dan ambisius terhadap kopi. Racikan kopinya, Ben's Perfecto, disebut-sebut paling sempurna.
"Gue enggak pernah bercanda kalau soal kopi," begitulah kutipan dialog yang akan jadi ciri khas Ben seperti dibocorkan oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko.
Chicco tak hanya magang, juga masuk sekolah barista. "Saya magang di beberapa kedai kopi di Bali merasakan bagaimana jadi barista sungguhan," tuturnya.
Ben juga digambarkan sebagai sosok yang berkonflik dengan orang tuanya. Untuk itu, Chicco melakukan observasi terhadap orang-orang yang kehilangan orang tuanya.
"Saya observasi, menanyakan bagaimana rasanya kehilangan orang tua," katanya sembari menegaskan karakter Ben untuk hal yang satu ini sangat kontras dengan dirinya.
Film Filosofi Kopi digadang-gadang sebagai film dengan konsep user generated movie pertama di Indonesia. Publik dapat ikut serta jadi produser dan turut menentukan konsep visual film.
Film ini terinspirasi dari cerita pendek (cerpen) dalam buku laris berjudul sama karya Dewi “Dee” Lestari. Filosofi Kopi mengungkap kisah dua sahabat, Ben dan Jody (diperankan Rio Dewanto) mencari biji kopi terbaik.
Keduanya ditemani katakter tambahan yang tidak ada dalam cerpen tersebut, El (Julie Estelle), penulis dari Prancis. Film ini juga didukung oleh pemain film senior, Jajang C. Noer dan Slamet Rahardjo.
Rencananya, film ini akan tayang pada April 2015 mendatang.
(vga/vga)