"Album yang sekarang bedanya lebih ada unsur deep drum and bass. Juga ada efek synthesizer, penggunaan sound-sound elektronik," kata Achmad "Toma" Pratama, pemetik bass Mocca, saat ditemui usai Accoustic & Signing Session Home Album di Pasar Santa, Sabtu (10/1).
Toma juga menuturkan, salah satu single dalam album Home berjudul Changing Fate bernuansa berbeda dengan lagu-lagu Mocca biasanya. Mocca memiliki warna musik pop dengan sentuhan unsur swing jazz, twee pop, dan retro ala 60-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Album Home versi deluxe dilengkapi dengan teknologi augmented reality yang memungkinkan pendengar melihat video musik album apabila melakukan pemindaian pada sampul album atau CD-nya.
Peluncuran album ini sekaligus menutup rangkaian penampilan Mocca di Indonesia periode Agustus 2014 hingga Januari 2015 karena Arina Ephiphania, vokalis Mocca segera pulang ke Amerika Serikat.
Sejak Arina memutuskan untuk tinggal di negeri Paman Sam mengikuti suaminya, Mocca memang hanya tampil di panggung jika Arina berkunjung ke tanah air untuk berlibur selama beberapa bulan.
"Kira berharap ini bisa jadi titik balik Mocca untuk berkarya lagi. Bisa bikin ramai musik Indonesia dan dinikmati banyak orang," tutur Toma.
(utw/utw)