Terbukti, konser grup band Avenged Sevenfold di Parkir Timur Senayan, Jakarta, yang berlangsung Minggu (18/1) malam tadi sungguh luar biasa.
Konser grup band Avenged Sevenfold di Parkir Timur Senayan, Jakarta, yang berlangsung Minggu (18/1) malam tadi sungguh luar biasa. Band asal California, Amerika Serikat, itu menampilkan performa yang cukup baik selama dua jam. Tak heran jika selama acara berlangsung ribuan fans tak lelah berdiri dan bernyanyi bersama grup musik beraliran metal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak dimulainya konser, grup band yang beranggotakan M. Shadows (Vokal), Synyster Gates (Gitaris), Zacky Vengeance (Gitaris), Johnny Christ (Bassis), dan Arin Ilejay (Drummer) itu mampu menyihir penonton dengan dentuman keras musik mereka. Tiga lagu pertama yang mereka bawakan secara berurutan yaitu 'Shepherd of Fire', 'Criticcal Acclaim', dan 'Welcome To The Family' menuntun penonton untuk langsung melakukan moshing (gaya tarian atau slam dancing dengan membentur tubuh satu sama lain) dan bernyanyi serentak sejak awal.
Pilihan Redaksi |
"Halo Jakarta. Terima kasih sudah datang untuk kami. Kami akan menyajikan pertunjukan yang gila malam ini!" ujar M. Shadows sebelum lagu keempat, 'Hail To The King', dibawakan.
Memasuki lagu kelima, penonton seakan dibawa untuk kembali ke tahun 2005. 'Beast and The Harlot', salah satu single dalam album 'City of Evil' yang rilis 9 tahun lalu dimainkan dengan sempurna oleh Avenged Sevenfold. Setelah itu berturut-turut M. Shadows dan kawan-kawan menghentak Jakarta dengan lagu 'Buried Alive', 'Seize The Day', 'Nightmare', Chapter Four', dan 'Almost Easy'.
Alunan lagu dari album ini seakan seperti sebuah penepatan janji yang diucapkan Shadows saat konferensi pers. "Tahun ini, album itu sudah berusia 10 tahun. Dan sangat menyenangkan saat tahu lagu itu masih banyak disukai," kata Shadows saat konferensi pers di hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, sehari sebelum konser. "Itu lagu-lagu yang susah untuk dimainkan. Tapi lagu-lagu itu akan dimainkan selama masih ada yang suka dan masih ada yang mendengar."
Tak sekadar menghibur penggemar dengan lagu-lagu hit mereka, grup band yang kerap disebut A7X ini juga menunjukkan skill dan performa lainnya. Jeda antara lagu ke-10 dan ke-11 dalam konser dimanfaatkan oleh Synyster Gates untuk menunjukkan kepiawaiannya mencabik senar gitar. Atraksi solo Syn ini langsung disambut dengan suara Shadows menyanyikan lirik 'Afterlife'. Spontan keriuhan konser yang berlangsung di Parkir Timur Senayan tersebut makin menjadi.
Synyster Gates |
Dalam konser semalam, Avenged Sevenfold juga memperkenalkan beberapa hit terbaru mereka kepada para penonton yang hadir. 'This Means War', dan 'Acid Rain' adalah beberapa lagu baru yang dibawakan setelah lagu ke-11 dimainkan. Keduanya masih termasuk dalam album Hail to The King.
Fans yang hadir semakin menggila ketika lagu 'Unholly Confession' dan 'Bat Country' dimainkan. Setelah itu, M. Shadows dan kawan-kawan sempat beranjak dari panggung selama beberapa saat. Melihat idolanya beranjak, penonton pun mulai berteriak.
"We Want More! We Want More!" teriak ribuan penonton serentak. Mereka berharap band idolanya kembali untuk memainkan lagu tambahan malam itu.
Harapan penonton pun berbuah hasil. Avenged Sevenfold kembali ke atas panggung membawakan lagu terpanjang yang pernah mereka buat, 'A Little Piece of Heaven'. Penonton yang hadir semalam dapat berbangga, karena selama ini band kesayangan mereka terhitung jarang memainkan lagu berdurasi 8 menit tersebut secara live.
Konser pun usai tepat sebelum jam menunjukkan pukul 22.30 WIB. "Terima kasih untuk sambutannya yang luar biasa!" teriak M. Shadows sebelum meninggalkan panggung.
Meski dibuai rasa senang dan bangga, ribuan penonton meninggalkan venue dengan tertib setelah konser usai. Mereka beranjak tanpa menimbulkan keributan di sekitar arena konser. Avenged Sevenfold terbukti mampu menghadirkan surga kecil bagi para penggemarnya di Jakarta malam tadi. (chs)
Synyster Gates