Selama 15 tahun itu pula, Brown membagi hidup bukan hanya bersama sang pelantun I Will Always Love You, tetapi juga putri mereka, Bobbi Kristina Brown. Cinta mereka sebagai keluarga utuh, menjadi cerita humanis yang berbeda lagi.
Baca Juga: Orientasi Seksual Whitney Houston Terungkap di Biopiknya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cinta yang mengendur karena gelimang harta pun tergambar di sana. Sosok Houston diperankan oleh Yaya DaCosta, bintang The Kids Are All Right. Sementara Arlen Escaperta, bintang Final Destination 5, Into the Storm, dan Star Trek Into Darkness didapuk memainkan Brown.
Sayangnya, film yang menguak seluruh rahasia Houston itu dibayangi ironi. Keluarga Houston justru tidak merestui film itu. Mereka menolak membantu dan bekerja sama. Sebab, Bassett hanya menggunakan perspektif Brown.
"Jika Anda menonton film ini, Anda akan melihat bahwa Lifetime membuat biopik yang buruk. Siapkan diri Anda untuk yang terburuk," tulis Pat Houston, seperti dikutip dari Rolling Stone. "Anda seharusnya tidak terkejut karena seseorang memutuskan membuat biopik televisi. Dan, boleh saya tambahkan, tanpa restu keluarga dan tak mengindahkan permintaan ibunya untuk tidak melakukan film ini."
Terlepas dari itu, perspektif Brown tidak bisa dibilang sama sekali tak menarik. Sebab, menurut E! Online ia mengungkapkan setidaknya tujuh topik romantis dalam film itu.
Topik yang dimaksud termasuk kencan pertama mereka, perjalanan menuju pernikahan, ketidaksetiaan, kekerasan, perceraian, candu obat-obatan, dan kecemburuan perkara karier. Yang menarik, Brown masih mengingat seluruh detail dari hidupnya bersama Houston yang ditemukan meninggal di kamar hotel 2012 lalu. (rsa/utw)