KABAR PENYANYI
Kematian Pelantun Frozen versi Tiongkok Timbulkan Kontroversi
Vega Probo | CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2015 15:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum lepas dari ingatan ketika Yao Beina tampil sebagai sampul majalah Trends Health pada 2013. Lewat posenya yang seronok tanpa selembar kain pun, duta China Pink Ribbon Campaign ini menyebarluaskan kepedulian publik terhadap kanker payudara.
Kemarin lusa (17/1), media pers di Tiongkok mengabarkan kematian sang biduan Tiongkok yang makin berkibar namanya setelah menyanyikan lagu soundtrack film Frozen, Let It Go, berbahasa Tiongkok. Perempuan berusia 33 tahun ini menyerah dari penyakit yang dideritanya sejak empat tahun lalu.
Laman China Topix mengutip pernyataan manajer perusahaan rekaman Huayi Brothers Music, bahwa sel kanker payudara Yao telah bersatelit hingga paru-paru dan otaknya. Sebelum meninggal, Yao telah berwasiat menyumbangkan kornea matanya yang sehat.
Sang manajer juga menyatakan, payudara kiri Yao sudah diangkat empat tahun lalu, begitu ia dinyatakan positif mengidap kanker payudara. Selama ini, biduan, yang dikenal seantero Negeri Tirai Bambu lewat lama tema drama The Legend of Zhenhuan, ini melakukan perawatan di Shenzhen Hospital.
Bulan lalu, Yao masih melakukan perawatan. Tapi kini, Yao telah tiada. Kepergiannya ditangisi para penggemar. Lewat media sosial, mereka menyatakan kesedihan dan mendoakan Yao. Mereka juga percaya sang bidadari kini melantunkan suara indahnya di nirwana.
Dua tahun lalu, Yao mengikuti kompetisi vokal The Voice versi China. Ia bergabung bersama tim Na Ying, yang memberinya pelatihan. Si cantik juga sempat tampil di beberapa acara televisi setempat, termasuk CCTV Spring Festival. Penampilan Yao difavoritkan para pemirsa.
Masih dalam suasana duka, mendadak timbul kontroversi: The Shenzhen Evening News, sebuah harian di Tiongkok dituntut publik akibat menayangkan tubuh mendiang Yao di rumah sakit. Mereka segera meminta maaf melalui akun Sina Weibo, semacam Twitter versi Tiongkok.
“Kami mohon maaf kepada keluarga Yao, juga penggemar dan netizen atas pemuatan berita yang menimbulkan gangguan dan ketidaknyamanan,” demikian disampaikan perwakilan harian tersebut. Foto yang menimbulkan kontroversi tersebut memperlihatkan proses operasi kornea mata Yao di Shenzhen Hospital.
Pengguna Weibo yang menggunakan akun Entertainment Whistleblower menuliskan, jurnalis Shenzhen Evening News sengaja menyusup ke ruang operasi dan berpura-pura menjadi staf medis demi memotret jenazah Yao. CNN Internasional berusaha mengontak rumah sakit tersebut, namun tak beroleh tanggapan.
Tanggapan justru datang dari para pengguna Weibo. Dengan nada gusar, seseorang menuliskan, "Where is your humanity?" Sementara yang lain menyindir, "A simple apology online and that's all you're going to do about an incident that seriously oversteps ethical borders?" (vga/vga)
Kemarin lusa (17/1), media pers di Tiongkok mengabarkan kematian sang biduan Tiongkok yang makin berkibar namanya setelah menyanyikan lagu soundtrack film Frozen, Let It Go, berbahasa Tiongkok. Perempuan berusia 33 tahun ini menyerah dari penyakit yang dideritanya sejak empat tahun lalu.
Laman China Topix mengutip pernyataan manajer perusahaan rekaman Huayi Brothers Music, bahwa sel kanker payudara Yao telah bersatelit hingga paru-paru dan otaknya. Sebelum meninggal, Yao telah berwasiat menyumbangkan kornea matanya yang sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulan lalu, Yao masih melakukan perawatan. Tapi kini, Yao telah tiada. Kepergiannya ditangisi para penggemar. Lewat media sosial, mereka menyatakan kesedihan dan mendoakan Yao. Mereka juga percaya sang bidadari kini melantunkan suara indahnya di nirwana.
Masih dalam suasana duka, mendadak timbul kontroversi: The Shenzhen Evening News, sebuah harian di Tiongkok dituntut publik akibat menayangkan tubuh mendiang Yao di rumah sakit. Mereka segera meminta maaf melalui akun Sina Weibo, semacam Twitter versi Tiongkok.
“Kami mohon maaf kepada keluarga Yao, juga penggemar dan netizen atas pemuatan berita yang menimbulkan gangguan dan ketidaknyamanan,” demikian disampaikan perwakilan harian tersebut. Foto yang menimbulkan kontroversi tersebut memperlihatkan proses operasi kornea mata Yao di Shenzhen Hospital.
Pengguna Weibo yang menggunakan akun Entertainment Whistleblower menuliskan, jurnalis Shenzhen Evening News sengaja menyusup ke ruang operasi dan berpura-pura menjadi staf medis demi memotret jenazah Yao. CNN Internasional berusaha mengontak rumah sakit tersebut, namun tak beroleh tanggapan.
Tanggapan justru datang dari para pengguna Weibo. Dengan nada gusar, seseorang menuliskan, "Where is your humanity?" Sementara yang lain menyindir, "A simple apology online and that's all you're going to do about an incident that seriously oversteps ethical borders?" (vga/vga)