Polemik film Hijab ramai dibincangkan setelah penulis novel 99 Cahaya di Langit Eropa, Hanum Salsabiela Rais mengkritik film tersebut melalui Facebook. Putri tokoh Muhammadiyah dan politisi Amien Rais itu menyebut film Hijab tidak merepresentasikan perempuan berjilbab yang sebenarnya. Ia bahkan menuding Hanung sebagai anggota Jaringan Islam Liberal (JIL).
Menanggapi isu tersebut, Hanung mengatakan sudah melakukan upaya-upaya untuk musyawarah dengan mendekati ayah Hanum Rais, yakni Amien Rais. Menurut Hanung, ayahnya adalah kawan dekat Amien Rais semasa di Muhammadiyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, "Maka saya telepon Pak Amien, dengan begitu Pak Amien lah yang jadi mediator. Kan Pak Amien juga tokoh agama, tokoh Muhammadiyah, orang tua gitu lho."
"Yang jelas adalah bahwa film Hijab tidak menjelek-jelekkan Islam, tidak merendahkan orang yang memakai jilbab. Karena apa? Istri saya Islam, ibu saya Islam, Bapak saya juga Islam dan Muhammadiyah juga," ujar Hanung menegaskan.
Dia menjelaskan, Hijab justru ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya berhijab. Di akhir film, memang ada kisah bahwa semua tokoh perempuan jadi menggunakan hijab. Di samping itu, disebutkan pula bahwa perempuan berhijab itu menunaikan perintah agama, sekaligus tampak lebih cantik dan bersahaja.
Meski demikian, Hanung mengaku tidak merasa keberatan mendapat kritik negatif atas karya yang dibuatnya. Namun, dia tidak terima disebut sebagai pembenci dan perusak agama Islam.
"Banyak kok yang mengulas film ini banyak kekurangan. Saya tidak masalah. Tetapi apa yang dilakukan Mbak Hanum tidak sekadar mengulas, tetapi menuduh saya jadi orang yang merusak Islam dan pembenci Islam. Itu yang saya tidak terima," ucap Hanung lagi.
Dia berharap dapat berdiskusi bersama dan berdialog secara terbuka dengan Hanum terkait polemik yang menerjang film Hijab.
Sementara itu, hingga berita diturunkan Hanum tidak merespons saat coba dihubungi CNN Indonesia, baik melalui telepon maupun pesan singkat.
(rsa/vga)