Keduanya benar-benar memperlihatkan chemistry saat berfoto bersama. Tentu saja, mereka sudah syuting bersama selama sekian lama. Apalagi mereka menjadi pasangan di depan kamera, dan harus melakukan adegan seksual.
(Baca juga: Dakota Johnson Jengah Tonton Adegan Seks Fifty Shades of Grey)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dunia nyata, itu sama sekali bukan Dornan. Ia mengaku merupakan orang yang selalu menghormati perempuan. “Saya punya dua saudara perempuan. Ayah saya menghabiskan kariernya sebagai ginekolog yang peduli pada perempuan,” ujarnya mengatakan.
Namun baginya, karakter Grey sangat menantang. Ia seperti harus memainkan seorang jahat yang berkali-kali lipat ekstremnya ketimbang pembunuh berantai. “Dia karakter yang tidak memperlakukan perempuan selayaknya orang lain memperlakukannya. Tapi itu hanya karakter dalam televisi atau film, tidak nyata,” Dornan menuturkan. Ia mencoba mencari hal positif dari karakter Grey yang bisa disukainya.
(Baca juga: Jamie Dornan Takut Dibunuh Saat Premier Film Erotis)
“Saya suka Christian yang tukang mengontrol. Tapi tetap saja, saya tidak berpikir saya akan benar-benar menyukainya jika dia orang sungguhan dan kami bertemu."
Rupanya bukan hanya Dornan seorang yang merasakan kecanggungan itu. Johnson yang memerankan seorang mahasiswa polos pun, setuju. “Ada beberapa momen yang menyakitkan. Sekali saya salah urat saat dia melempar saya ke tempat tidur. Jadi itu sangat menyakitkan,” ia mengatakan.
(Baca juga: Usai Film Erotisnya Tayang, Dakota Johnson Ingin ‘Menghilang’)
Penderitaan Johnson belum cukup sampai di situ. Meski tak terlihat di wajahnya, Johnson mengaku stres saat pengambilan gambar Fifty Shades of Grey. “Sangat stres ketika harus diikat dan telanjang untuk sebuah adegan. Apalagi kemudian saat mereka berhenti, Anda masih terikat dan telanjang di tempat tidur. Jamie selalu akan menjadi orang pertama yang menyelimuti saya.”
Sutradara Sam Taylor-Johnson mengatakan, para pemain memang harus meninggalkan emosi mereka sebagai pribadi masing-masing untuk bisa memerankan karakter dengan baik. “Kami meninggalkan segalanya, seperti kesulitan emosional atau seksual alami sampai beberapa minggu pengerjaan film. Saat itu, kami punya waktu untuk saling mencari tahu masing-masing, membangun kepercayaan. Itu sangat penting. Hari itu saat syuting, kami sangat tenang. Tapi Anda akan bisa jelas merasakan tensinya,” ujarnya.
(Baca juga: Sutradara Fifty Shades of Grey Serasa Menapaki Mata Pisau)
Fifty Shades of Grey merupakan film yang diangkat dari novel karma E.L. James, dan akan ditayangkan tepat saat Valentine. Tidak jelas apakah film itu akan masuk ke Indonesia
(rsa/utw)