Ia menyatakan sedang menggarap ulang Physical Graffiti, album ke-enam yang dirilis pada 24 Februari 1975. Soal reuni Zeppelin di atas panggung memang masih tentatif, namun Page memastikan sedang menggarap proyek baru.
(Baca Juga: Rp 9 Triliun Gagal Akurkan Led Zeppelin)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya berkonsentrasi menggarap ulang album Zeppelin, Page sendiri juga yang melakukan remastered-nya. “Saat dirilis dulu, respon terhadap album ini terbilang fenomenal,” katanya tentang Physical Graffiti versi orisinal.
Paket anyar album The Physical Graffiti bakal memuat gubahan lagu orisinal Trampled Under Foot, Kashmir dan In the Light. Lagu-lagu yang digarap ke dalam versi alternatif ini menampilkan kreativitas Page cs yang tentu saja sangat andal.
“Setiap personel menampilkan pesonanya,” kata Page. “Sungguh menyenangkan bisa menampilkan ilustrasi musik yang bagus.”
Page menjanjikan, mash ada banyak kejutan di tiga seri album final, Presence, In Through the Out Door dan Coda. “Kami berniat merilis album yang mengejutkan banyak orang secara berkelanjutan. It's a tour de force, the whole of it."
(Baca Juga: Nama Tak Lazim Album Led Zeppelin)
Sang gitaris mengenang proses rekaman album di Headley Grange, Hampshire, London, bersama mantan pemain keyboard, Ian Stewart. Pengalaman personel Zeppelin pada masa lalu saat tur dunia juga turut mempengaruhi penggarapan album anyar mereka.
“Perjalanan tur keliling dunia dilakukan secara berulang-ulang, memperkaya pengalaman kami,” Page mengakui. “Semua pengalaman selama ini bermuara dalam proses kreatif yang kami jalani selama ini."
Album anyar Physical Graffiti edisi deluks bakal dirilis 23 Februari 2015. Terpaut tepat 40 tahun dari versi orisinalnya yang dirilis 24 Februari 1975. Kabar gembira ini sekaligus menampik kabar sebelumnya yang menyatakan Led Zeppelin sulit bersatu kembali.
(Baca Juga: Reuni Led Zeppelin Kini Tinggalah Mimpi)
(vga/vga)