Memilih Buku Edukasi Ilmiah Seks untuk Remaja

Vega Probo, CNN Indonesia | Rabu, 04/02/2015 19:30 WIB
Memilih Buku Edukasi Ilmiah Seks untuk Remaja Orang tua patut memilihkan dan mendampingi anak-anak saat membaca buku edukasi ilmiah seks. (Thinkstock/Fuse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap orang tua pastinya menyadari, anak yang beranjak remaja butuh mempelajari anatomi tubuh dan seks. Orang tua berupaya keras menemukan cara tepat untuk membagi pelajaran ilmiah ini.

Masalahnya, tidak banyak buku edukasi ilmiah seks yang dinilai sesuai bagi remaja. Pilihan buku yang keliru akan berujung kehebohan, seperti isu yang mengemuka hari ini (4/2).

Isu beredarnya buku Saatnya Aku Belajar Pacaran yang ditulis oleh Toge Aprilianto menimbulkan kehebohan di ranah media sosial karena isinya dinilai kebablasan.


Dalam bahasan Pacar Ngajak ML, misalnya, si penulis terkesan mendukung remaja melakukan hubungan seksual pranikah. Hal ini tentu saja bertentangan dengan norma susila.

Padahal Toge bukan penulis amatir. Menurut laman Goodreads, Toge, yang juga dikenal sebagai motivator, telah merilis empat buku edukasi keluarga.

Melalui akut Facebook-nya, Toge menyatakan, “memohon maaf kepada Masyarakat Indonesia, atas kelalaian saya membuat buku Saatnya Aku Belajar Pacaran, yang sebagian isinya ternyata melanggar nilai-nilai agama.”

Dalam tulisannya yang dimuat di laman Philly, cendekiawan Janet Rosenzweig menyatakan, salah satu cara memilihkan buku edukasi ilmiah seks yang tepat adalah meneliti poin sensitifnya.

Petinggi Programs & Research for Prevent Child Abuse America ini memilih beberapa buku berisikan informasi dan grafis menarik, dengan penuturan yang santun dan ilmiah.

“Salah satu contoh, ada buku yang menyatakan, ‘penis mengeras agar bisa masuk vagina.’ Tentu saja ini tidak tepat. Bagaimana jika penis mengeras saat mandi, tidur, atau tersentuh,” katanya.

Untuk itu, Rosenzweig menyarankan orang tua untuk mendampingi anak-anak saat membaca buku edukasi ilmiah seks, dan memberikan penjelasan dengan cara atau bahasa sendiri.

Buku semacam ini tentu saja memuat poin-poin sensitif. Lakukan percakapan antara orang tua dan anak-anak agar pengetahuan ilmiah dapat dicerna tanpa menimbulkan kengerian.

Informasi tentang genital perlu diketahui anak-anak, utamanya untuk melindungi “bagian pribadi” dari aksi predator. Beranjak remaja, mereka melindungi genital dan tidak sembarang melakukan seks bebas.

Rosenzweig sekaligus merekomendasikan buku edukasi ilmiah You: The Owner's Manual for Teens yang ditulis oleh para pakar. Salah satunya, Dr. Mehmet Oz.

Buku ini menerangkan tubuh manusia secara ilmiah dan santun. Penulis yang kredibel tentu saja menyajikan tulisan yang sarat tanggung jawab atas perkembangan anak-anak.  

Rosenzweig juga merekomendasikan bukunya sendiri, The Sex-Wise Parent. Ia menyarankan sesama orang tua agar saling berdiskusi sebelum menyampaikan isi buku kepada anak-anaknya.

Sebuah riset membuktikan, diskusi buku yang melibatkan orang tua dan anak-anak adalah cara yang tepat untuk mentransfer pengetahuan, sekalipun isunya tidak sama persis dengan isi buku.

Buku bisa menjadi jembatan pengetahuan ilmiah tentang kesehatan dan keamanan seksual. Namun sebagus apa pun buku, tak ada yang lebih bagus dibanding kepedulian orang tua terhadap masa depan anak.


(vga/vga)


ARTIKEL TERKAIT