Selama putrinya yang masih berusia 21 tahun berada rumah sakit, Bobby Brown nyaris tak pernah beranjak dari sisinya.
Salah seorang kerabat mengungkapkan, Bobby terus membelai rambut Bobbi dengan penuh kasih sayang dan memanggilnya, "baby girl."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini terus dilakukan Bobby sejak putrinya dirawat di rumah sakit Roswell, Georgia, hingga dipindahkan ke Emory University Hospital.
"Bobby tak ingin menyerah. Ia mengatakan pada kami, 'Bila orang Amerika berpikir putri saya telah meninggal, mereka akan berhenti berdoa,'" kata si kerabat menirukan kata-kata Bobby.
Karena itu, pria berusia 46 tahun ini terus berdoa, "Kami ingin orang-orang terus berdoa demi datangnya keajaiban."
Selama bertahun-tahun, hubungan ayah dan anak ini dilanda gelombang pasang surut. Sebuah sumber laman People menyatakan, "Mereka sering bertengkar dan saling bungkam beberapa lama."
Tak jarang, pertengkaran berlangsung hingga berhari-hari, dan bahkan lebih lama lagi. "Dua-duanya sama-sama keras kepala," si sumber menambahkan.
Kerabat Brown yang lain pun menyatakan, hubungan Bobby-Bobby kerap membatu. "Mereka saling bungkam selama berbulan-bulan. Mereka saling mengasihi, lalu saling bermusuhan karena hal sepele."
"Jauh di lubuk hati, mereka sangat mencintai satu sama lain," si kerabat melanjutkan. "Kalau sampai Bobby kehilangan putrinya, kenyataan ini bakal membunuhnya."
(vga/utw)