Meski akhirnya berhenti pada 1992, kiprah MacGyver seakan tak luntur dari ingatan. Anderson masih dikenang sepanjang masa.
Kini, serial aksi legendaris itu akan dikembalikan ke layar kaca. Viterbi School of Engineering yang dimiliki University of Southern California, bekerja sama dengan National Academy of Engineering di Washington dan Yayasan MacGyver, bakal jadi pendukungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin dikejutkan, kami ingin dibuat takjub," kata Lee Zlotoff, pengarang serial MacGyver asli, dalam sebuah konferensi pers.
Bahkan kalau bisa, tokoh perempuan itulah yang menjadi pemeran utama, sebagai MacGyver versi feminin. Mereka ingin si tokoh perempuan berada di lapangan, bukan sekadar administratif, seperti yang dilakukan CSI dalam film forensik ilmiahnya. Serial itu mengangkat perempuan sebagai pekerja forensik yang teramat andal.
Bukan hanya atas nama gender, lewat MacGyver mereka juga ingin membuat perempuan lebih tertarik pada bidang teknik. Sebab, sejauh ini hanya ada kurang dari 20 persen lulusan sarjana teknik yang berjenis kelamin perempuan.
Tren menunjukkan, jumlah itu bahkan akan makin berkurang tiap tahunnya. Diharapkan, serial MacGyver dengan tokoh perempuan mengubah itu.
"Siapa di antara kita yang ingin hidup dalam dunia yang didesain secara primer oleh laki-laki saja?" ujar Ruth David, mantan Deputi Direktur Ilmu dan Teknologi untuk CIA.
Kompetisi ide cerita untuk MacGyver sudah dibuka mulai kemarin, dan ditutup pada 17 April 2015. Lima pemenang akan mendapat hadiah US$ 5 ribu atau Rp 64,5 juta dan diberi kehormatan menyusun skenario serial itu bersama produser.