Sepanjang kariernya hingga kini, tak jarang pelaku industri hiburan melanggar hak Pongki. Ia mengaku, lagu-lagunya sering diputar untuk tujuan komersial tanpa izin, apalagi bayaran.
Menurut Pongki, banyak orang yang meremehkan nilai sebuah karya sehingga sering memakai lagu-lagunya sesuka hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setia adalah lagu duetnya bersama sang istri Sophie Navita yang dirilis tahun 2001. Wajar saja Pongki 'panas' ketika lagunya digunakan bertahun-tahun jauh sesudah itu dengan dalih promosi.
Lembaga kolektif itulah yang kemudian akan membayarkan hak tersebut kepada pelaku pertunjukan yang karyanya dipakai. Pongki menyebut, selain program infotainment, sinetron dan ajang bakat musik juga kerap memutar lagunya tanpa izin.
"Tapi anyway begitulah industri kita ya, semuanya belum benar. Saya enggak bisa jadi orang pemarah juga karena sia-sia," kata musisi asal Pontianak, Kalimantan Barat itu.
Dalam beberapa kasus, Pongki melayangkan somasi kepada perusahaan yang menggunakan karyanya tanpa izin. Namun, banyak juga kasus yang tak dilaporkannya.
Ia menambahkan, meski masih ada sistem yang korup, sekarang persoalan tersebut sudah semakin membaik. Pongki berharap, setiap pelaku industri Tanah Air dapat beritikad baik. Setidak-tidaknya meminta izin setiap hendak memakai karya seniman.
"Kalau dia ada keuntungan, ya berharap dibagi. Kan sederhana prinsipnya," tandas musisi yang berencana memberikan kejutan dalam perayaan dua dekade kariernya di jagat musik pada 2016 mendatang.
Sayangnya pencipta lagu Menangis Semalam yang dinyanyikan penyanyi Audy ini belum bisa bercerita banyak soal proyek besarnya itu.
(mer/mer)