Pertanyaan itu kerap dilontarkan pada anak-anak, bahkan sebelum mereka memahami makna sesungguhnya dari cita-cita. Tak heran jika jawaban soal cita-cita itu bisa berbeda di setiap fase. Tak hanya dipengaruhi usia, cita-cita juga ternyata berbeda di setiap daerah.
Di Inggris, mayoritas orang tidak bercita-cita menjadi dokter, insiyur, atau bahkan mungkin selebriti. Profesi yang paling diimpikan, menurut survei yang dilakukan YouGov pekan ini, justru adalah pengarang buku atau novel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang ingin menjadi bintang film, hanya 31 persen dari total responden. Profesi itu berada di urutan ke-lima dari daftar pekerjaan yang paling diinginkan masyarakat Inggris.
Tak heran pengarang buku dianggap sebagai pekerjaan paling bergengsi di Inggris. Profesi itu cukup menjanjikan. Bukan sekadar bisa menuangkan pikiran dan imajinasi, penulis juga menguntungkan. Lihat saja kesuksesan penulis Inggris, J.K Rowling yang menjadi terkaya berkat seri Harry Potter.
Apalagi, banyak karya penulis sekarang yang diangkat ke layar lebar, seperti The Fault in Our Stars karya John Green dan yang belakangan menjadi fenomena, Fifty Shades of Grey karya penulis E.L. James. Itu jelas menaikkan pamor profesi penulis menjadi lebih kondang.
Di samping itu, Inggris juga dikenal sebagai negeri sastra dan punya banyak penerbit.
(rsa/vga)