David Rothschild, peneliti dari perusahaan peranti dan layanan komputer milik Bill Gates tersebut, menyatakan ia berhasil memprediksi pemenang helatan Oscar 2015 yang baru saja gulung karpet merah itu dengan tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rothschild, seorang ekonom yang memiliki keahlian di bidang analisis prediktif telah mengembangkan model ini untuk bisa sukses "menebak" pemenang Oscar sejak beberapa tahun lalu. Pada 2014, model itu berhasil memprediksi dengan benar 21 pemenang dari 24 kategori. Pada 2013, sukses memprediksi 19 dari 24 pemenang.
Cortana, versi Microsoft seperti Siri milik Apple, menggunakan model prediksi tersebut bersamaan dengan mesin pencari Bing untuk menyarankan kemungkinan hasil pertandingan olahraga dan ajang penghargaan seperti Oscars.
Secara sederhana, algoritma memprediksi pemenang Oscar berdasarkan perubahan ekspektasi para pemilih atau juri, dan hasil pencarian Bing. Namun, bagaimana Microsoft dapat memprediksi apa yang menjadi pilihan para juri?
Menurut Rothschild, itu diketahui dengan memerhatikan tekanan sosial. "Cara memerhatikannya adalah dengan mengikuti opini publik tentang topik tersebut dan berasumsi bahwa opini itu akan diterjemahkan menjadi tekanan bagi juri," katanya menjelaskan.
Namun, Rothschild menekankan bahwa prediksi itu bukanlah data yang 100 persen dapat diandalkan alias reliabel. Sebab, model tersebut tidak menghitung bagaimana popularitas sosial artis tertentu akan memengaruhi algoritma. Ia menambahkan, beberapa ajang pernghargaan pun relatif tidak dapat diprediksi.
Algoritma-algoritma Microsoft juga memprediksikan hasil ajang lainnya seperti World Cup 2014 dan pertandingan sepak bola lain, juga kompetisi NFL. Hasil prediksi Rothschild dalam ajang olahraga, hiburan, bahkan politik dapat dilihat di Predict Wise.
(rsa/utw)