Bagi aktris Tya Ariestya, bertahan atau melawan saat diserang tidaklah sulit. Mengantongi 8 medali emas, 2 perak, 1 perunggu, serta pernah dianugerahi gelar atlet taekwondo putri terbaik, Tya paham benar cara membela diri.
Duta Taekwondo Indonesia ini ingin tak ada lagi tindak kekerasan ataupun kejahatan terhadap perempuan. Untuk itu, ia mendorong para perempuan untuk berlatih beladiri setidak-tidaknya agar dapat mempertahankan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik ban hitam taekwondo ini menyebutkan, ada banyak teknik yang mudah dipraktikkan para perempuan untuk mempertahankan diri, seperti pitingan, pukulan, ataupun tendangan.
Ia melanjutkan, "Tapi yang sulit kan keberaniannya ya. Keberanian itu yang harus dilatih."
Tya memaparkan, latihan beladiri dapat mengasah keberanian dan insting untuk mempertahankan diri. Selain itu, beladiri juga melatih perempuan untuk dapat memaksimalkan tenaga sehingga dapat menyerang dengan kuat.
"Satu pukulan atau tendangan saja, tapi yang kencang. Misalnya kuat di kaki kanan, latih kaki kanan untuk menendang setiap hari," katanya melanjutkan.
Menurut mantan finalis Gadis Sampul 2001 ini, agar dapat berjaga-jaga, kaum hawa cukup melatih pukulan atau tendangan setiap hari. Jika sulit mencari waktu untuk berlatih di perguruan, bisa dilakukan sendiri di rumah.
Meskipun hasilnya tidak akan semaksimal latihan di perguruan, para perempuan dapat melatih tendangan dan pukulan dengan memanfaatkan samsak atau fasilitas lain yang ada.
"Atau tendang dan pukul bantal juga bisa tapi harus ada teman yang memegang bantalnya," cetus aktris sekaligus pelatih taekwondo itu.
(rsa/rsa)