Isu itu menjadi pembicaraan sejak Agustus lalu, di kalangan label mayor dan para penjual album fisik musik. Mereka ingin menerapkan satu hari khusus untuk merilis seluruh album, sebagai sebuah upaya perlawanan terhadap pembajakan.
Selama ini, album musik baru umumnya dirilis pada hari Senin di Inggris, dan Selasa di Amerika Serikat. Meski begitu, mereka tetap baru dijual pada hari Jumat di beberapa negara, termasuk Jerman, Australia, dan Irlandia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, IFPI sudah banyak melakukan konsultasi yang melibatkan penjual, musisi, dan label rekaman. Pihaknya juga sudah mempertimbangkan banyak hal berdasarkan riset maupun observasi di lapangan selama ini.
Sejauh ini, Jumat dianggap sebagai hari baik bagi banyak kalangan. "Organisasi artis, banyak penjual, dan perusahan rekaman internasional mendukung hari Jumat, dan itu berdasarkan riset konsumen di banyak negara," ia melanjutkan.
Moore mengakui, ada segelintir suara yang memilih hari lain. Namun, mayoritas masih tetap mengunggulkan Jumat sebagai hari peluncuran global. Keputusan pun akan segera dibuat.
Sebelumnya, Music Week memberitakan bahwa penjual album fisik di Amerika Serikat, Target bisa berhenti menyediakan musik. Itu berhubungan dengan laporan sebelumnya tentang perhatian para penjual, termasuk jadwal pengiriman album fisik lintas negara di dunia.