Partisipasi Indonesia di pameran buku terbesar di dunia ini sendiri sebetulnya bukan yang pertama kalinya. "Keikutsertaan Indonesia di pemeran buku di Frankfurt ini sudah dari beberapa tahun lalu, tapi tahun ini Indonesia mendapat kehormatan sebagai tamu kehormatan," kata Ainun Na'im Sekjen Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia di kantornya, pada Rabu (28/2).
Ainun menjelaskan, lebih dari 150 buku yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan Jerman akan dibawa ke ajang ini. Sementara itu, 70 sastrawan Indonesia juga akan berangkat ke Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laskmi Pamuntjak karena bukunya Amba sudah diterjemahkan ke bahasa Jerman. Juga kami minta Dewi Lestari untuk mewakili sastrawan Indonesia," ujar Goenawan menjelaskan.
Para sastrawan Indonesia, diakui oleh Ainun, adalah orang-orang yang paling berperan di ranah budaya. "Budayawan seperti Goenawan Mohamad dan Slamet Rahardjo adalah yang banyak berperan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bisa membawa sastra dan seni Indonesia tanpa mereka," kata Ainun.
"Kita harus bersiap menunjukkan masa depan peradaban Indonesia di dunia."
(win/vga)