Bicara soal etnis Tionghoa, ada sebuah fakta mengejutkan tentang 'keterlibatan' mereka dalam dongeng anak yang tak lekang waktu, Aladdin.
Aladdin merupakan bagian dari kisah 1001 Malam yang identik dengan Arabian Nights. Tapi benarkah Aladdin berasal dari Tanah Arab? Tak banyak yang tahu, tokoh animasi Disney itu ternyata sebenarnya beretnis Tionghoa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu sebabnya, miniseri Aladdin menggunakan Jason Scott Lee, aktor bermata sipit, untuk memainkan si pencuri jalanan.
Yang lebih mengejutkan lagi, Aladdin juga bukan berasal dari kisah 1001 Malam. Masyarakat mengasosiasikannya demikian, hanya karena cerita itu ditambahkan dalam serial 1001 Malam.
Penambahnya adalah penerjemah Perancis, Antoine Galland. Aladdin ditambahkan dalam cerita dongeng itu pada awal abad ke-18. Galland sendiri mendengar ceritanya dari penuturan seorang Arab, namun latar tempatnya di China.
Jadi, Aladdin tidak ada kaitannya dengan Arabian Nights. Dalam buku asli 1001 Malam, kisah itu pun tidak ada. Namun kisah itu langsung populer saat Galland menambahkannya dalam buku yang telah ia terjemahkan.
Kejutan Aladdin tidak cukup sampai di situ. Jasmine, kekasih Aladdin ternyata juga bukan nama sebenarnya. Itu merupakan ciptaan Disney. Dalam cerita aslinya, perempuan yang bersanding dengan Aladdin bernama Badroulbadour.
Sesungguhnya, Aladdin bukan satu-satunya cerita tidak asli dalam kisah 1001 Malam. Sinbad dan Ali Baba pun bernasib serupa. Mereka hanya ditambahkan Galland, dan tidak berasal dari Arab. Lantas, apa kisah asli 1001 Malam?
Salah satunya, menurut Interesting Literature, adalah The Three Apples. Itu disebut-sebut sebagai kisah detektif pertama di dunia. Cerita itu mengisahkan pembunuhan mutilasi seorang perempuan yang tubuhnya dimasukkan peti kayu. Sultan harus memecahkan kasus itu dalam tiga hari. Jika tidak, ia yang dieksekusi.
(rsa/vga)