Tapi bagi seniman berusia 28 tahun asal Belanda bernama Noorthe Zijlstra, bangkai binatang yang ia dapatkan akan berubah menjadi karya seni.
Berbagai karyanya dapat dilihat dalam sebuah pameran di Rotterdam Festival of Contemporary Art, Belanda. Salah satu karyanya yang menarik perhatian adalah kok badminton berkepala merpati dalam sebuah tabung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kok berkepala merpati, terdapat pula tupai yang berdiri dengan kakinya dan berubah menjadi sebuah penahan bunga. Kemudian bangkai tikus kecil atau celurut ia ubah menjadi hiasan meja yang lucu dan menggemaskan.
"Pekerjaan saya menggabungkan taksidermi dan seni, beberapa membuat karya yang mengejutkan ataupun menjijikan, tapi saya harap ini mempercepat pesan yang ingin disampaikan," ia menambahkan.
Taksidermi adalah teknik pengawatan binatang untuk dipamerkan, yang biasanya diperuntukkan merawat ataupun mengawetkan binatang kesayangan atau dalam kegiatan edukasi.
Ia menunjukkan caranya bekerja dengan binatang yang sudah mati itu. Ia melakukan semua tindakan pembedahan dan pengawetan tersebut di dalam studionya di Den Haag.
Zijlstra pertama-tama membedah bangkai hewan dan mulai mengulitinya, kemudian mulai mengolahnya seusai imajinasi dan naluri seni yang ia miliki. Baginya, dengan diubah menjadi karya seni, hewan-hewan ini tidak akan lagi menjadi bangkai.
Jika Anda melihat hasil karya wanita ini, Anda tak akan percaya apa yang sebenarnya Anda lihat.
(vga/vga)