Melalui ibundanya, Samantha Barbara, secara tidak langsung Chelsea mengakui objek dalam video itu benar dirinya. Namun, video itu bukan direkam secara sengaja. Chelsea adalah korban kejahilan, bahkan saat masih di bawah umur.
"Video tersebut terjadi ketika Chelsea masih 15 tahun dan masih di bawah umur. Itu direkam tanpa seizin dan sepengetahuan Chelsea," ujar Samantha. Pernyataan dikuatkan Livia Iskandar, psikolog yang ikut mendampingi Chelsea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Chelsea tidak lari, tidak diungsikan, dan tidak berhenti beraktivitas," ucap Samantha.
"Saya akan terus maju untuk masa depan yang positif. Saya akan berkomitmen menjadi penyintas bagi yang pernah mengalami kejadian ataupun berada dalam posisi seperti saya," ujar bintang Di Balik 98 itu dengan nada tegas.
(rsa/vga)