Musik, video serta kostum yang aneh namun indah menghiasi ruangan-ruangan MoMA. Bjork memang ingin membuat pengunjung museum masuk ke dalam dunia sang musisi dan pencipta lagu yang berasal dari Islandia ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang kariernya, Bjork dikenal sebagai artis yang berani menabrak batas. Ia telah banyak bereksperimen dengan suara, gambar dan teknologi dari tema alam hingga feminisme dalam delapan album musiknya.
Sejumlah video klipnya juga merupakan hasil kerjasamanya dengan beberapa perancang, produser dan fotografer ternama.
“Kami snagat bangga bisa mempersembahkan pameran Bjork di MoMA. Ia adalah salah satu artis dengan inovasi yang mempengaruhi banyak orang,” ujar Klaus Biesenbach, salah satu kurator MoMA.
Dipersiapkan selama tiga tahun, pameran Bjork dirancang untuk memanjakan pendengaran, pengelihatan dan imajinasi para pengunjung yang datang.
Tidak hanya proses pembuatan album yang disuguhkan dalam media yang menarik, dalam pameran tersebut Bjork juga menampilkan gaun angsa yang pernah dipakainya dalam perhelatan Academy Awards tahun 2001.
Tapi Biesenbach mengatakan kalau para penggemar berat Bjork yang datang harus melihat sebuah video berjudul Black Lake, yang berisi materi lagu di album baru Bjork, Vulnicura.
Video Black Lake direkam selama tiga hari di gua jalur lava pegunungan Islandia.
“Kami berharap pameran ini bisa menggugah orang mengenai konsep baru dalam bermusik,” kata Biesenbach.
Pameran Bjork. (REUTERS/Brendan McDermid) |
Pameran Bjork. (REUTERS/Brendan McDermid) |
Pameran Bjork. (REUTERS/Brendan McDermid)
Pameran Bjork. (REUTERS/Brendan McDermid)