Institut Musik Indonesia (IMI) Project melalui grup musik SOCA (School of Creative Art) Combo menghadirkan lagu-lagu ciptaan mendiang Rinto ke hadapan pengunjung JJF 2015.
"9 Februari lalu legenda musik Indonesia meninggal dunia, kami berterima kasih kepada Java Jazz karena menghadirkan Tribute to Rinto Harahap," kata Badai, punggawa band Kerispatih yang malam ini mengiringi SOCA Combo memainkan alat musik organ.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagu lawas berjudul Ayah yang amat populer hingga saat ini disajikan sebagai lagu kedua. Berturut-turut lagu nan menyayat hati dibawakan, yaitu Aku Begini Kau Begitu, Kau Tercipta Untukku, dan Jangan Kau Sakiti Hatinya.
Penontonnya pun berasal dari beragam kalangan usia, dari yang muda hingga yang orang-orang tua yang sezaman dengan lagu-lagu Rinto. Semuanya tampak menikmati penampilan IMI SOCA Project.
"Ini sebagai bentuk apresiasi. Saya pikir bagus. Mereka membawakan lagu-lagunya dengan dinamis. Jadi, karya Rinto itu memang bisa memasuki semua segmen musik, jazz, dangdut bisa apa saja," tutur Erwin Harahap, kakak mendiang Rinto yang turut hadir di tengah-tengah penonton Tribute to Rinto Harahap kepada CNN Indonesia.
"Ini dibawakan secara jazz berbeda dia, tapi saya rasa nuansanya tetap lagu Rinto," lanjut Erwin. Ia mengaku senang lagu-lagu adiknya diapresiasi di perhelatan sekelas Java Jazz. Malam ini, Erwin hadir bersama anaknya yang masih remaja.
Sebelum lagu terakhir Bila Kau Seorang Diri dibawakan, Badai mewakili IMI SOCA Poject menghaturkan terima kasih pada sang legenda, Rinto Harahap, "Sebelumnya terima kasih kepada Om Rinto Harahap yang menciptakan karya-karya terbaik Nusantara."
(utw/utw)