Novel berjudul Numero Zero itu sebenarnya sudah beredar di Italia. Bahkan, ia memuncaki daftar buku laris di sana. Karena itulah penerbit Harvill Secker kemudian menerjemahkannya dalam bahasa Inggris, dan diterbitkan 5 November.
Mengutip The Guardian, Numero Zero berhubungan dengan dua cerita. Satu tentang penembakan Mussolini dan kekasihnya di Sungai Como pada 1945, satu lagi tentang penulis sukses bernama Colonna dengan latar tahun 1992 di Milan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia belajar sebuah teori paranoid yang meyakini bahwa mayat Mussolini itu palsu dan merupakan bagian dari plot fasisme yang lebih luas. Itu adalah cuilan cerita yang sangat diinginkan surat kabar. Buktinya? Dia sedang mengerjakannya," ujar penerbit Eco menjelaskan.
Selain dua novel kondang itu, Eco juga disebut ahli bertutur oleh penerbitnya, lewat buku seperti The Prague Cemetery tahun 2011. Buku itu berlatar Eropa abad ke-19.
Ia pernah berada dalam daftar penghargaan buku fiksi berbahasa asing yang dikeluarkan oleh Independent. The Prague Cemetery bahkan terjual lebih dari 150 ribu kopi di Inggris.
Bukan hanya novel, Eco juga menerbitkan koleksi esai yang berjudul Inventing the Enemy. Ia pun menulis 'perbincangan' dengan Jean-Claude Carriere dalam This is Not the End of the Book.
Numero Zero karangan Eco nantinya tidak akan berisi konflik imaji semata. Ia juga membubuhkan banyak konteks sejarah, seperti novel-novel sebelumnya. Kali ini, ia mengisahkan konflik penting yang turut membentuk Italia sejak Perang Dunia II.