Bermula dari nongkrong bareng, para musisi Konser Salam Dua Jari saat Pilpres lalu, sepakat membentuk komunitas diskusi bernama Rumah Harmoni. Mereka juga menggandeng rekan lain, seperti Krisdayanti, Ivanka Slank, Ridho Slank, Dira Sugandi, Widi, dan JFlow.
"(Album) ini isinya tentang Indonesia, ajakan-ajakan kebaikan dan jauh dari politik, kepentingan golongan, dan tidak ada hubungannya dengan salam dua jari saat Pilpres lalu," ujar Bimbim ketika ditemui di markas Slank, Potlot, Jakarta Selatan (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bernuansa sangat nasionalis, d'Rumah Harmoni beraromakan Revolusi Mental, gagasan yang ditebarkan oleh Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.
Rumah Harmoni digagas oleh sejumlah musisi. (CNNIndonesia/Endro Priherdityo) |
Terkait lagu Raya Indonesia, Bimbim menjelaskan, pada awalnya ingin membawa Indonesia Raya karya W.R. Soepratman di atas panggung, namun terhalang undang-undang yang melarang menggubah lagu kebangaaan.
"Hampir 70 tahun Indonesia belum raya, semoga ketika kami balik raya-nya di depan jadi cepat raya duluan," ujar Bimbim sambil tertawa.
Oppie mengaku proses produksi album ini sangat cepat, satu lagu tercipta dalam 30 menit. Berikutnya, dalam enam hari, Oppie dan kawan-kawan mampu menggandeng musisi lain hingga akhirnya album ini pun rampung.
Ke depannya, Rumah Harmoni juga akan merencanakan untuk mengadakan konser serta selalu terbuka dengan tambahan musisi baru asalkan mengikuti syarat mereka: terbuka dengan perbedaan.
"Pinginnya konser di tiga bulan ke depan dan maunya di Istana Bogor," ujar Oppie.
"Selain itu juga rencananya setiap tahun akan rilis album. Kami terbuka dengan siapa pun, tidak melihat politik atau apa pun. Selama bermusik dengan jujur dan terima perbedaan, pasti sangat disambut," tambahnya. (end/vga)
Rumah Harmoni digagas oleh sejumlah musisi. (CNNIndonesia/Endro Priherdityo)