Kaka 'Slank' Anggap Haji Lulung Berbahaya

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 12/03/2015 12:20 WIB
Kaka 'Slank' Anggap Haji Lulung Berbahaya Kaka 'Slank' mengkritik Haji Lulung. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung, mendadak menjadi fenomena. Ia jadi pesohor dadakan di media dan dunia maya. Itu tak lepas dari pengamatan selebriti.

Ada beberapa yang ikut mengejek Lulung dengan menyebarkan meme-meme kocaknya. Kaka, vokalis Slank memilih mengungkapkan pendapatnya secara terbuka. Ditemui di Markas Slank, Gang Potlot, Jakarta, Rabu (11/3) Kaka berkomentar.

"Dia (Haji Lulung) perwakilan daerah yang kurang smart dan emosional," ujarnya kepada CNN Indonesia. Ia bahkan menilai Lulung berbahaya.


"Bagi saya, dia itu bahaya. Seharusnya sebagai wakil rakyat, dia pintar mewakilkan suara rakyat. Jangan gampang marah, dong. Gila preman banget, mending buat sasana tinju saja."

Kaka mengaku kaget ketika pertama mengetahui kehebohan yang diakibatkan perseteruan Haji Lulung dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di televisi.

Kaka pun mengetahui banyaknya meme yang meledek Lulung. Namun, ia enggan ikut-ikutan netizen yang usil menyamakan Haji Lulung dengan tokoh dalam animasi Upin-Ipin, Mail.

"Sudah ah, kasihan. Ngeledek di sini saja sudah cukup," ujar Kaka sembari tertawa dan memperlihatkan kaus putih oblong yang dikenakannya. Kaus itu bertulis tangan dengan spidol: "Lulung, Lulusan Pemulung".

Kaka kemudian berdalih, Lulung yang tertulis di kausnya tidak selalu berarti Haji Lulung. Kata Kaka, bisa saja itu orang lain.

Kaka 'Slank' menunjukkan kaus bertuliskan Lulung. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Meski tidak mau ikut-ikutan, Kaka mengaku setuju dengan kritik masyarakat kepada Lulung melalui media sosial. Meme itu bisa menjadi guyonan politik yang sekaligus mengkritik. Baginya, political jokes itu lebih mudah dipahami oleh orang lain dan eye-catching.

"Soalnya kan tipe orang Indonesia itu kurang mendengar jika dikritik, jadi ya ledek saja biar malu," ujarnya lagi, lalu kembali tertawa.

(rsa/utw)