Namun, cara yang dipilih Kastratia tergolong unik dan tidak biasa. Ia memilih jalur yang sedikit seni dan nyeleneh. Katsratia menebarkan pesan lewat selembar pembalut wanita yang ditempel di tiang-tiang lampu lalu lintas.
"Saya tidak yakin apakah itu ilegal. Tapi serius, saya tidak peduli. Karena mereka mudah untuk dilepas," tulisnya di Instagram. Pembalut itu memang hanya direkatkan ke tiang lampu lalu lintas, sehingga sekali sentak bisa lepas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pembalut yang ditempeli pesan feminisme. (Dok. Instagram/elona_x) |
Dari situ, Kastratia punya ide melakukan protes terhadap pemerkosaan di Hari Perempuan Internasional. "Saya menunggu waktu yang tepat," katanya pada Huffington Post. Ia pun memutuskan, Hari Perempuan Internasional adalah waktu yang tepat untuk menyampaikan pesan itu.
"Orang-orang di jalan melihatnya dan memikirkannya! Saya ingin membuat orang peduli pada masalah-masalah itu, dan saya ingin menjadi pembangkit mereka," ucap Kastratia.
Ia mengaku semakin senang saat mengetahui aksi dan unggahannya di Twitter, Instagram, serta Tumblr menjadi perbincangan di dunia maya.
"Saya tidak pernah berpikir akan menjadi seperti ini. Saya hanya ingin membangkitkan orang-orang di kota, karena begitu banyak isu seksisme dewasa ini," katanya lagi menjelaskan.
Respons yang diterima Kastratia memang luar biasa. Ia mendapat banyak pesan dari seluruh dunia. Namun, tak dipungkiri ia juga mendapat beberapa hujatan. Ia dianggap sebagai pembenci pria atau hanya pencari sensasi dan perhatian.
"Saya benar-benar tidak peduli, karena saya tidak membenci pria sama sekali. Bagi saya, feminisme itu berarti persamaan. Soal pencari perhatian, ya, saya memang ingin mendapat perhatian perkara ini!" ujarnya menanggapi.
(rsa/utw)
Salah satu pembalut yang ditempeli pesan feminisme. (Dok. Instagram/elona_x)