Memasuki tahun 2015, belum ada film yang mampu melambungkan angka penjualan tiket. Fifty Shades of Grey sempat meroket, namun kemudian anjlok pada minggu berikutnya. Chappie, film yang meraja di box office pekan ini pun hanya mampu meraup belasan juta dolar di domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan itu dibahanbakari oleh ekspansi masif di daerah Asia Pasifik. Dibanding tahun sebelumnya, pertumbuhan di kawasan itu saja naik 12 persen. Yang tertinggi adalah di China, dengan lonjakan penjualan sampai 34 persen.
Bisnis hiburan di China telah berkembang secara cepat, dan kini menjadi pasar asing terluas bagi perfilman Hollywood. Berdasarkan laporan MPAA, negara itu meraup US$ 4,8 miliar atau Rp 63,2 triliun dari penjualan tiket tahun lalu.
Pertumbuhan yang luar biasa di pasar global itu membantu Hollywood melewati masa-masa gelap penurunan penjualan tiket domestik. Penjualan tiket di Amerika Serikat dan Kanada menurun 5 persen menjadi US$ 10,4 miliar atau Rp 137 triliun tahun lalu. Hollywood telah mengalami masa film musim panas terburuk sepanjang tahun.
"Dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak orang di dunia, lebih dari sebelumnya, menonton sinema lokal untuk menyaksikan film yang dibikin sineas di Amerika Serikat," kata ketua MPAA Chris Dodd seperti dikutip LA Times.
Menurutnya, alih-alih kisah gagal dari industri film Amerika, itu justru merupakan kesuksesan. "Ini cerita dunia tentang nilai, kreativitas, dan pentingnya cerita yang dikisahkan secara apik. Kami mengisahkan cerita yang menembus batas dan bisa ditransformasikan ke pengalaman pribadi serta dibagi," ujarnya menjelaskan.
(rsa/vga)