Sehingga saat dihubungi CNN Indonesia pada Rabu (18/3), Adib mengaku kaget saat mendengar kabar mundurnya sang gitaris dari band yang telah digelutinya selama sekitar 18 tahun belakangan.
Adib menuturkan, sesaat setelah mendengar kabar itu ia langsung mengontak semua personel Slank. "Semua menjawab Abdee enggak keluar," katanya tegas. Ia hanya butuh istirahat panjang karena sakit. Soal itu, Abdee memang pernah cerita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Larangan itu harus dipatuhi setidaknya selama setahun. Abdee juga menuturkan, dirinya khawatir itu akan memberatkan bagi Slank. Namun, belum ada keputusan apakah dia akan vakum sejenak atau benar-benar hengkang.
Ditemui di markas Slank, Gang Potlot, Jakarta, Selasa (17/3) kepada detikHOT Abdee juga terbuka soal sakitnya. Abdee rupanya terkena gagal ginjal. Ia menuturkan, "Sudah empat tahun saya coba bertahan tanpa cuci darah atau transplan. Tapi berat," ujarnya mengungkapkan.
Kata Abdee, setiap hari ia harus berjibaku dengan rasa pusing, mual, dan lemas. Rupanya, sakit ginjalnya sudah mencapai stadium akhir. Empat tahun belakangan, Abdee bolak-balik ke dokter ahli sampai obat alternatif. Namun, upayanya belum berhasil. Ia harus transplan.
[Gambas:Twitter]
Gitaris berambut gondrong itu menjelaskan, menurut dokter sakit ginjalnya disebabkan riwayat darah tinggi yang ia miliki.
Seperti pada Adib, Abdee pun mengaku khawatir sakitnya akan menghambat kemajuan Slank. "Sayanya saja sudah tidak sanggup. Tapi tetap akan bantu, mungkin banyak bantu di manajemen sementara," ucap Abdee menuturkan.
Sebelumnya diberitakan, kabar hengkangnya Abdee berawal dari pernyataan penggebuk drum Slank, Bimbim. "Kemungkinan Abdee bakal panjang istirahatnya. Minta doa juga," ujar Bimbim. Meski begitu, ia tidak menggunakan additional player untuk menggantikan posisi Abdee.
(rsa/utw)