Terlalu Sadis, DC Comics Revisi Cover Komik Batgirl

CNN, CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2015 08:22 WIB
Terlalu Sadis, DC Comics Revisi Cover Komik Batgirl Cover sadis ini mengingatkan tentang cerita Batgirl sebelumnya yang berjudul The Killing Joke. (Dok. DC Comics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Membaca komik memang melatih imajinasi, namun jika komik tersebut terlalu sadis, para pembacanya tentu merasa ketakutan sendiri.

Perusahaan penerbit komik DC Comics, berniat merevisi cover komik Batgirl edisi 41, karena banyak pembaca protes setelah melihat cover-nya yang menggambarkan kesadisan.

Dalam cover tersebut, terlihat Joker mengacungkan jemari seolah menodongkan pistol sembari menggoreskan darah ke mulut Batgirl yang tampak ketakutan.


Para pembaca dan sebagian besar netizen lalu menyuarakan tagar #changethecover sejak Jumat (13/3) sebagai aksi protes terhadap cover tersebut.

Cover tersebut sebenarnya bukan cover utama komik Batgirl edisi 41, melainkan cover yang akan dicetak untuk koleksi terbatas dalam rangka merayakan ulang tahun ke-75 karakter Joker pada Juni nanti.

Cover sadis ini mengingatkan tentang cerita Batgirl sebelumnya yang berjudul The Killing Joke.

Dalam cerita tersebut, Batgirl yang bernama asli Barbara Gordon, diculik dan disiksa oleh Joker hingga lumpuh bertahun-tahun.

DC pun kembali membangkitkan cerita Gordon dan membuatnya menjadi Batgirl pada 2011.

Keputusan merevisi cover komik tersebut dinyatakan oleh pihak DC (yang dimiliki oleh Time Warner, yang juga memiliki CNN) pada Senin (16/3) kemarin.

"Ancaman dan kekerasan merupakan perbuatan yang salah, begitu juga dalam dunia komik," kata pihak DC dalam pernyataannya.

"Sesuai dengan permintaan Rafael, DC Comics tidak akan mengedarkan cover tersebut," lanjut DC Comics.

Tidak ketinggalan, Albuquerque pun menyatakan permohonan maafnya.

"Bagi saya itu adalah cover yang artistik, namun saya lebih menghargai pendapat orang banyak. Saya tidak ingin menyakiti perasaan siapa pun," kata Albuquerque.

Sebelum penarikan cover Batgirl oleh DC ini, perusahaan penerbit komik Marvel Comics juga pernah melakukan hal serupa, pada September 2014.

Ketika itu, banyak pembaca yang protes karena komikus Milo Manara membuat karakter Spider-Woman terlalu seksi.


(ard)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA