"Gue paling enggak bisa kalau ada kerabat atau apa sakit di rumah sakit. Paling enggak tega untuk jenguk," kata Kaka saat jumpa pers di Markas Slank di Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Minggu (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duduk di samping Kaka, Abdee yang pada saat itu tampak bugar walau baru saja menjalani perawatan ikut tersenyum. Gitaris berambut gondrong yang divonis menderita gagal ginjal stadium akhir sejak lebih dari empat tahun lalu itu juga menanggapi pengakuan Kaka.
Sikap manis Kaka tak sampai di situ. Abdee lanjut mengatakan, "Dia bikin juga gambar terus kirim ke saya. Ya, itulah Kaka."
Bagi para personel Slank, Abdee merupakan sosok tak tergantikan. Kendati harus rehat selama delapan hingga satu tahun dari Slank, band tersebut tak berniat untuk mencari pengganti Abdee. Bimbim bahkan pernah menyebutnya sebagai 'hero' alias pahlawan yang menyelamatkannya dari jerat obat terlarang.
"Abdee enggak tergantikan lah. Abdee datang tahun '97 saat gue, Kaka, dan Ivan lagi hancur-hancurnya. Abdee yang pelan-pelan bersihkan lingkungan, tarik pelan-pelan sampai akhirnya tahun 2000 kita bisa lepas," kata Bimbim.
Putra Bunda Iffet itu lanjut mengatakan dengan mantap, "Gue berhutang budi banget sama Abdee jadi enggak akan tergantikan. Abdee akan jadi one of members of Slank forever."
Para personel Slank berharap Abdee lekas pulih dari sakitnya agar bisa kembali bersama-sama berkarya bersama Slank. Mereka juga memohon doa pada masyarakat, terutama Slankers, untuk kesehatan Abdee.
"Dengan tersebarnya berita Abdee masih di dalam Slank dan Abdee istirahat. Mudah-mudahan banyak teman-teman, kerabat, saudara berdoa buat Abdee dan Slank," ujar Kaka.
(mer/mer)