Olga ditawari ikut main Lenong Bocah. Namun, ia harus belajar dahulu di Sanggar Ananda. Di sanalah ia bertemu Gumay. "Dia daftar, ikut berbagai macam kegiatan di sanggar, syuting, dapat peran-peran kecil, sampai ikut Lenong Bocah," ujar Gumay di Jakarta, Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang, 'Kak aku mau dong botol dengan namaku'. Kita langsung break, lalu bikin upacara penyerahan air mineral dengan namanya," ujar Gumay bercerita mengenang Olga.
Kalau dahulu hanya bisa meminta tanda tangan dan foto idola, kini ia yang diperlakukan demikian. Kalau dulu botol air mineral dengan namanya hanya mimpi, kini sungguh terjadi.
Meski begitu, seperti yang diingat Gumay, Olga masih tetap rendah hati. "Dia membumi. Dia punya restoran mewah di Kemang. Pelanggannya pesan makanan mewah, tapi dia malah beli pecel lele dan kerupuk. Sudah, itu," ujarnya lagi.
Karena sifatnya itu, ditambah segala talenta Olga, Gumay menilai lelaki 32 tahun itu tidak akan pernah terganti. "Ketika seorang bintang dilahirkan dan akhirnya betul menjadi bintang, tidak ada yang bisa meniru," ucapnya. Penggemar bisa dengan mudah menilai, mana yang duplikat dan mana yang benar-benar asli.
"Olga tak tergantikan," ujarnya tegas.
(rsa/rsa)