Tak hanya sukses berkarier, Maudy juga mengutamakan pendidikan. Lulus dari bangku SMA, ia berhasil mendapatkan kesempatan melanjutkan studi ke salah satu universitas paling bonafide di dunia, Oxford University.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maudy tidak besar kepala karena menurutnya, mendefinisikan prestasi harus lebih hati-hati. Itu tak melulu identik dengan kesuksesan atau pencapaian tinggi di bidang pendidikan.
"It girl" juga sebuah kata yang abstrak. Bagi Maudy, syarat menjadi "it girl" adalah mendapat perhatian dari banyak orang, memiliki kekuatan untuk didengar dan memotivasi, serta memiliki pretasi juga bisa menginspirasi.
Maudy sah-sah saja disebut "it girl" oleh orang lain. Namun, gadis 20 tahun itu punya "it girl" sendiri dalam hidupnya. Kata Maudy, salah satu "it girl"-nya adalah sang ibunda.
"Banyak banget perempuan yang menjadi 'it girl' di hidup aku. Enggak cuma satu. My mom is my 'it girl'," kata Maudy. Ia juga menyebut selebriti lain yang menjadi idolanya.
"Emma Watson, Natalie Portman, banyak, macam-macam. Ada sisi itu di semua orang," ujarnya.
(rsa/rsa)