Salah satu kritik cukup tajam diutarakan oleh musisi wanita asal Inggris, Lily Allen.
Tidal baru saja diluncurkan oleh sang pemilik, Jay Z di New York pada akhir Maret yang lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski diklaim dapat memerangi pembajakan, namun Lily mematahkan anggapan tersebut.
"Saya tidak berkata kalau musik itu harus gratis. Tapi Tidal banyak membuat karya menjadi sangat eksklusif dan itu hanya akan membuat orang kembali ke pembajakan," kata Lily.
Layanan Tidal menawarkan 25 juta lagu dan 75 ribu video musik dari musisi dunia.
Dan hingga saat ini, setengah pelanggannya berasal dari Norwegia, Swedia, Denmark, Jerman dan Polandia.
Karya-karya ditampilkan di Tidal memang cukup eksklusif.
Beberapa di antaranya adalah penampilan televisi pertama The White Stripes, film Daft Punk yang berjudul Electroma (2006), hingga playlist yang disusun oleh Arcade Fire, Jay Z dan Coldplay.
[Gambas:Twitter]
(ard/ard)