Ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (8/4) Risty menegaskan, ia buru-buru bertunangan bukan karena alasan negatif. Itu juga tidak menyalahi masa iddah. "Di Islam, masa iddah itu tiga bulan 10 hari. Hari ke-11 pun bisa nikah," kata Risty menjelaskan.
Lagipula, lanjut Risty, Stuart tidak mendekatinya saat masih pada masa iddah. "Stuart mengerti agama, dia dekati saya pas masa iddah sudah lewat," ucap Risty. Sama seperti Risty, Stuart pun ingin menyegerakan hal baik jika memang sudah cocok. Sekaligus menghindari zina, mereka pun bertunangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rifky tahu kami mau menikah. Stu pun sudah dikenalkan ke Rifky. Kami enggak mau ada permusuhan," kata Risty melanjutkan. Stuart menambahkan, "Saya bukan orang ke-tiga." Ia sempat mendekati Risty tapi tak direspons. Setelah bertemu anak Risty dan Rifky, Arsen, baru Stuart akhirnya bisa menyusup ke hatinya.
(rsa/vga)