Meski salah satu pemeran utamanya, Rooney Mara, pernah mengatakan proyek itu telah "mati," Sony Pictures ternyata tidak berpikir demikian. Diberitakan The Hollywood Reporter, Sony tetap punya rencana melanjutkan film itu, meskipun biaya yang disediakan lebih sedikit.
Akibatnya, kemungkinan besar sekuel The Girl with the Dragon Tattoo tidak akan menggandeng sutradara David Fincher. Pada film sebelumnya, Fincher membuat produksi membengkak sampai US$ 90 juta atau Rp 1,1 triliun. Berdasarkan data dari Box Office Mojo, film itu meraup pendapatan US$ 102 juta atau Rp 1,3 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun rencana itu tidak membuat Amy Pascal senang. Pascal selama ini dikenal sebagai bos Sony. Ia meninggalkan jabatannya untuk menjadi kepala produser studio itu. Penggabungan dua novel menjadi satu film sekaligus memberatkannya sebab harus merevisi naskah.
Seperti diketahui, film pertama The Girl with the Dragon Tattoo dirilis pada 2011. Mara menjadi Lisbeth, gadis investigator berkepribadian keras, peretas komputer, yang juga hobi tato. Sementara Blomkvist diperankan Craig. Mereka kini tak terikat film itu.
Mara diketahui akan bermain sebagai Tiger Lily dalam film baru tentang Peter Pan, yang berjudul Pan. Sementara Craig masih menjadi agen rahasia James Bond 007 dalam Spectre. Belum dipastikan apakah keduanya akan kembali beradu akting dalam film sekuel yang dimaksud.
Sementara itu, ada pula kabar baru untuk buku serial The Girl with the Dragon Tattoo. Selain merilis buku ke-empat, penggemar juga bisa membeli karya penulis yang berbeda, David Lagercrantz, mulai 1 September mendatang.
(rsa/vga)