Namun di tangan komedian Aasif Mandvi dan sutradara Miles Kahn, keseragaman tersebut nyatanya kini bisa berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Islam dan Amerika bisa dibilang dua kata yang sangat sensitif, apalagi semenjak aksi teorisme 9/11.
Episode pertama menceritakan mengenai kisah anak perempuan keluarga Qu'osby yang mengalami perlakuan rasis. Seorang temannya di sekolah memanipulasi foto dirinya memakai turban.
Alih-alih marah, sang ayah (diperankan oleh Mandvi) malah memanggil sang pengejek ke rumah dan menceramahinya dengan mengatakan, keluarganya tidak ada yang memakai turban.
"Setidaknya jika ingin mengejek kau harus tahu latar belakang keluarga kami," kata sang ayah.
Mandvi dan Khan memang bermaksud menghapuskan pandangan negatif mengenai umat Islam melalui tayangan ini.
Oleh sebab itu, sebelum membuat tayangan ini, Mandvi dan Khan bertukar pikiran dengan komunitas muslim di Amerika, sekadar bertanya apa solusi yang tepat untuk menghapus segala perbedaan tersebut.
"Jawabannya ialah dengan tawa kita bisa memulai lagi pembicaraan yang baru. Dan setelah berbicara, mungkin masalah yang terjadi selama ini bisa selesai," kata Kahn, seperti yang dikutip dari NBC pada Minggu (12/4).
Mandvi dan Kahn sadar bahwa tayangan ini pasti akan menuai kontroversi.
Namun melihat penontonnya yang berjumlah ribuan di Youtube, kekhawatiran itu sedikit demi sedikit lenyap.
Dengan tawa kita bisa memulai lagi pembicaraan yang baru. Dan setelah berbicara, mungkin masalah yang terjadi selama ini bisa selesai.Aasif Mandvi |
"Kami yakin masih banyak orang tertawa setelah melihat tayangan ini," kata Mandvi yakin.
"Dengan tayangan ini kami membuat masyarakat Amerika merasa kalau 'oh, ternyata mereka sama manusiawinya dengan kita,'" lanjutnya.
Saat ini komedi situasi Halal in the Family dapat ditonton di situs www.halalinthefamily.tv dan situs web Funny or Die.
[Gambas:Youtube]
(ard/ard)