Gelaran yang bertempat di Silang Monumen Nasional, Jakarta itu diadakan dalam rangka memperingati Konvensi Asia Afrika dan mengampanyekan rehabilitasi pecandu narkoba.
Senada dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Slank bekerja sama dengan BNN dan Kemensos ingin memberantas pecandu narkoba di Indonesia. Ditargetkan, 100 ribu orang sukses direhabilitasi. Itu disampaikan saat konferensi pers di markas Slank, Gang Potlot, Jakarta, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akrab disapa Ivanka tersebut juga menyatakan dedikasi dirinya dan Slank dalam merehabilitasi pecandu narkoba.
Bimo Setiawan Al Machzumi, drummer dan pendiri Slank menambahkan dengan cerita sedihnya.
"Gue punya keponakan sekarang banyak yang pakai. Drugs itu bukan darurat nasional lagi, tapi bencana nasional. Soalnya dari hulu sampai hilir terlibat perdagangan atau pemakaian," ujarnya Bimbim menjelaskan.
Dengan latar belakang itu, Slank ingin menyampaikan pesan positif pada masyarakat luas di Indonesia melalui konsernya.
(rsa/rsa)