Album yang diberi judul To Invinity tersebut mengambil tema cover yang sama dengan album #1 pada 1998 ketika masih bersama label Columbia. Cover tersebut menampilkan lekuk seksi tubuh Carey yang bertolak pinggang.
Dalam cover album #1, warna yang digunakan cenderung sephia, sedangkan dalam album To Invinity menggunakan warna latar hitam keabu-abuan dengan warna kulit Mimi—panggilan Mariah Carey—yang kecokelatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keraguan atas tubuh Mariah Carey di sampul album To Invinity tersebut menyeruak karena seperti diketahui, pelantun Dream Lover itu telah bertambah bobot secara signifikan selama beberapa tahun terakhir.
[Gambas:Twitter]
Album terbaru Mariah ini rencananya akan kembali memutarkan lagu-lagu hits yang membawanya menjadi penyanyi wanita sukses pada era '90-an. Isi lagunya sendiri masih dirahasiakan, namun dikabarkan tak jauh berbeda dengan album #1 yang berisi laqgu hits seperti Honey, Hero, Whenever You Call, dan Vision of Love.
To Inivinity juga mengawali karier Mariah Carey sebagai penghuni Las Vegas karena akan memulai konser kontraknya dengan Cesar Palace selama dua tahun ke depan, menggantikan Celine Dion.
Album ini juga menandai kembalinya Mariah ke pangkuan label raksasa Sony setelah terakhir kali mengeluarkan Rainbow (1999), kemudian bercerai dengan Columbia akibat campur aduk permasalahan pribadi dan profesionalitas. Mimi sempat singgah di Island Record dan Def Jam.
Ia kembali ke pangkuan Sony melalui Sony Music Epic Records setelah bulan lalu menandatangani kontrak dengan Antonio Reid, yang menanganinya bangkit meraih multi-platinum pada 2005 dengan The Emantipation of Mimi.
[Gambas:Youtube]
(end/vga)