"Saya ingin menginspirasi dan mengajar orang lain. Jika saya pergi ke belahan dunia lain, bukan hanya untuk konser saja tapi untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi orang lain," ucap Ron saat melakukan Coaching Clinic di @america, Pasific Place, Jakarta, pada Kamis (16/4).
Penggemar berat Iron Maiden dan Judas Priest ini menyebut dirinya lebih mementingkan substansi ketimbang kemasan. Dalam menulis lagu, Ron mengutamakan apa yang menurutnya bagus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemakai gitar Vigier Excalbur itu menyatakan, industri musik telah berubah drastis, khususnya era pasca Napster. Gitaris berumur 45 tahun itu menyebut industri rekaman memperlakukan pendengar sebagai musuh.
Dia juga mengatakan bahwa sekarang hubungan antara band dan fans lebih langsung serta transparan.
Ketika disinggung tentang kabar kelanjutannya di Guns N' Roses, penyuka cincau dan sate ini sempat mengelak, kemudian menjawab sekenanya.
"Anda tahu kan, di Facebook ada bagian relationship status? Nah, saya dan Guns N' Roses itu ada di 'it's complicated,'" ujar Ron sambil tersenyum.
"Saya berkontribusi di album Chinese Democracy, tapi untuk kelanjutan Guns N' Roses sendiri hanya ada satu orang yang bisa menjawab. Dan dia sekarang berada di Malibu," kata Ron menambahkan.
(vga/vga)