Bisa jadi penyebabnya adalah Miley Cyrus yang telanjang saat bergelantungan di Wrecking Ball. Mungkin video sadomasokis Rihanna yang dilarang di 11 negara juga berpengaruh. Yang jelas, 81 persen orang di Inggris ingin ada sertifikasi agar generasi muda tak terlalu terpapar seksualitas. Mereka menganggap seks kini terlalu eksplisit di dunia hiburan.
Survei itu diperuntukkan bagi Object, sebuah kelompok kampanye feminisme. Beti Baraki, petugas kampanya dari Object mengatakan pada Independent, "Objektifikasi seksual pada perempuan di industri musik merupakan kejahatan seksual yang sangat dahsyat."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada yang akan membantah, remaja sudah biasa menyaksikan gambar-gambar seksual pada film sehari-hari. Adanya saluran musik atau pencarian lagu online, bisa menjadi jalan yang lebih mudah bagi mereka," kata Baraki.
Selain menguarkan seksualitas secara eksplisit, survei yang sama juga menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen publik Inggris berpikir bahwa pengklasifikasian juga seharusnya dilakukan pula pada materi seksual di koran, majalah, dan situs online.
Hampir dua dari tiga orang yang disurvei pun percaya, pornografi membuat kekerasan terhadap perempuan menjadi hal biasa. Bukan hanya itu, lebih dari separuh responden juga setuju bahwa menonton pornografi dalam bentuk apa pun bisa berdampak negatif pada hubungan pribadi. (rsa/vga)