"Yak, rojali.. rojali.. rojali," teriak mereka sambil menahan tawa. Sebagian pengunjung yang mendengar lalu tertawa-tawa geli mendengar seruan tersebut.
Rojali yang dimaksud bukan Goyang Bang Jali yang dipopulerkan oleh Denny 'Cagur'. 'Rojali' yang dimaksud adalah rombongan jarang beli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampilan mereka pun tidak kalah meriah dibanding suasana RSD. Rata-rata memakai kaus band, seakan ingin menunjukkan jati diri mereka.
Gaya sudah pasti, belanja belum tentu.
Oni, pemuda pekerja lepas mengaku hanya ingin menikmati penampilan band di RSD hari pertama ini.
Sebenarnya ia mengoleksi piringan hitam (vinil), tetapi ia mengaku lebih suka membelinya dari teman ke teman.
"Kalau sama teman biasanya lebih murah, soalnya pasti dia lagi BU (butuh uang) haha..." kata Oni disertai tertawa.
Pengalaman Oni membeli vinil murah ketika itu saat ia membeli vinil band The Orchid keluarah perusahaan rekaman Sarah Records seharga Rp 150.000.
"Saat ini vinilnya sudah laku terjual Rp 350.000. Lumayan kan," ujar Oni.
Selain Oni, 'rojali' lainnya adalah Vicky. Pemuda plontos ini mengaku tidak berbelanja karena kecewa dengan harganya yang cukup keterlaluan.
"Masa kaus band harganya Rp 400 ribu. Dulu beli kaus yang sama harganya masih Rp 150 ribu," kata Vicky sambil menggerutu.
Apapun alasan mereka, yang pasti RSD 2015 tetap berlangsung seru.
Beberapa pengunjung banyak yang keluar ruangan dengan senyum lebar.
"Senang banget bisa dapet CD The Upstairs yang Antah Berantah ini! Cuma Rp 50 ribu. Gila udah lama nungguinnya!" kata Dina seraya menunjukkan belanjaannya.
RSD 2015 masih akan berlanjut hingga Ahad ini (19/4). Sejumlah penampilan juga akan memeriahkan RSD hari ini seperti The Milo, White Shoes, and The Couples Company dan The Upstairs. (obs)