Kolaborasi Seniman Lokal Demi Bandung di KTT Asia-Afrika

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Minggu, 19/04/2015 13:00 WIB
Kolaborasi Seniman Lokal Demi Bandung di KTT Asia-Afrika Donny Arifianto (29) salah satu seniman kulit mengerjakan salah karya produknya kulitnya sebagai aksen di koper cinderamata untuk delegasi KAA. (Dok. Nuwahardo Books & Goods)
Bandung, CNN Indonesia -- Bandung bersolek. Taman diperbaharui, hijau dan bersih. Trotoar marmer menjadi pijakan bagi pejalan kaki di pusat Kota Bandung. Ya, Konferensi Asia-Afrika menjadi penyebab Bandung begitu cantik dan menjadi kota yang sangat (lebih) nyaman dan (lebih) ramah bagi warganya maupun pelancong.

Helatan akbar ini menjadi berkah bagi sebagian orang dan berimbas domino bagi yang lainnya, termasuk para seniman yang mendapat kesempatan ikut berkolaborasi meramaikan dan berpartisipasi di ajang peringatan ke 60 tahun KAA. (baca juga: KAA, Indonesia Didesak Satukan Suara Deklarasi Hak Petani)

Adalah Donny Arifianto (29), seniman Bandung yang terkena rezeki KAA. Bukan dalam bentuk uang, melainkan ikut berkontribusi di ajang internasional jadi nilai rezeki tersendiri.


"Asli, khusus untuk event ini bukan cari keuntungan, asli untungnya sangat kecil, cuman aksen kulit doang. Tidak dibayar juga siap menyumbang yang saya bisa, ini faktor kebanggaan jadi orang Bandung," kata Donny ditemui di bengkel seninya, di kawasan Kopo, Bandung, Minggu (19/4).

Salah satu hasil kerajinan tangan asal Bandung ini menjadi tanda mata bagi para tamu negara dalam Konferensi Asia-Afrika 60 tahun, 19-24 April 2015 di Jakarta dan Bandung. (Dok. Nuwaharo Books&Goods)
Pelukis lulusan Senirupa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini merasa ikut senang hanya dengan berkontribusi, tak peduli raupan laba. Bersama satu orang pegawainya, Pepen, Donny mengejar target untuk menyelesaikan aksen kulit atas 200-an koper bambu kayu yang dipercayakan panitia penyelenggara KAA agar mempermanis koper cinderamata yang akan berakhir di tangan para delegasi sebagai tanda mata.

"Senin harus selesai. Ini ga banyak, cuman saya senang ikut berpartisipasi," katanya yang melampiaskan hasrat seni dengan merek Nuwahardo Books & Goods lewat produk kulit dan pernik-pernik kecil lain.

Khusus untuk KAA sendiri, Donny memastikan kualitas yang ia berikan adalah nomer wahid. Untuk kulit, ia berani bayar mahal demi mendapatkan jenis kulit mumpuni yang akan menjadi aksen dominan dalam koper bambu berukuran 50 cm x 30 cm itu. Bingkai kayu wadah ucapan terimakasih Walikota Bandung Ridwan Kamil atas kunjungan para delegasi akan menjadi oleh-oleh yang dibawa pada delegasi KAA.
Tidak dibayar juga siap menyumbang yang saya bisa, ini faktor kebanggaan jadi orang BandungDonny Arifianto - Nuwahardo Books&Goods

"Malu bro, kalau kasih yang biasa. Ini acara gede, level internasional, saya pastikan ini kualitas kulit nomer satu yang bisa saya buat," kata Donny yang baru saja dikaruniai seorang putra.

Sudah dua malam, koper 60 tahun KAA ia kebut hingga malam, karena besok panitia pennyelenggara di Kota Bandung harus segera menyusun rapi. Aksen kulit buatan Donny akan menjadi satu di antara sekian banyak bingkisan yang akan diterima ratusan delegasi KAA, termasuk batu akik di dalamnya.

"Ya nanti batu ali (sebutan batu akik dalam bahasa Sunda) akan jadi salah satu bingkisan di koper ini. Kalau tidak salah batu ali nya sumbangan dari pengusaha di Garut. Nyumbang 60 kilo bro. Pen, bener nya Pen 60 kilo?" tanya Donny memastikan kepada pegawainya.

Donny bersama Nuwahardo-nya menjadi satu di antara sekian banyak warga Bandung yang beruntung lantaran kesempatan untuk memperkenalkan produk seniman lokal ibu kota Priangan begitu terbuka, meski hanya sebatas memberi hiasan kulit yang mempercantik koper yang telah disediakan panitia penyelenggara. Meski tidak banyak, Nuwahardo memiliki cerita, ia dibawa pulang delegasi KAA.

Tak hanya Nuwahardo, banyak seniman lokal Bandung yang menyumbangkan bentuk lain, berupa karya dan instalasi seni di berbagai sudut kota, karya monumental anyaman bambu pun akan mendominasi Bandung.

Harapan terus menggantung di kota Bandung, keikhlasan para seniman untuk berkontribusi bisa menyebar pula bagi warga kota kembang ikhlas menjaga, merawat Paris van Java tetap cantik dan caimik, hingga bertahun-tahun lestari dan bisa dinikmati berjuta generasi.

Salah satu hasil kerajinan tangan asal Bandung ini menjadi tanda mata bagi para tamu negara dalam Konferensi Asia-Afrika 60 tahun, 19-24 April 2015 di Jakarta dan Bandung. (Dok. Nuwaharo Books&Goods)


(pit/pit)




ARTIKEL TERKAIT