Capaian tersebut meningkat drastis sejak terakhir kali dicatat pada pekan lalu yang masih bertengger di angka US$853,8 juta atau sekitar Rp16,4 triliun. Dengan kenaikan lebih dari US$300 juta, menempatkan Furious 7 ke posisi ke-tujuh dalam jajaran film terlaris sepanjang masa.
Namun angka tersebut masih dapat bertambah mengingat para pengusaha bioskop masih enggan menurunkan film yang menyajikan aksi kawanan Vin Diesel dari jadwal tayang di bioskop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian disusul oleh The Avengers dan Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2. Berikutnya, ada kisah Ella dalam Frozen dan Iron Man 3.
Di Amerika Utara sendiri, Furious 7 akhir, pada pekan lalu, meraup US$29 juta atau lebih dari Rp500 miliar dan menggenapkan total pendapatan domestik menjadi $294,4 juta.
Furious 7 juga memecahkan rekor Universal untuk menjadi film pertama selama 109 tahun terakhir yang melewati ambang pendapatan US$1 miliar.
Di negara-negara lain, Furious 7 juga menunjukkan angka-angka fantastis sebagai penguasa pemutaran film di negara asing. Di Inggris, Furious
7 meraup US$46,9 juta, dan US$45,6 juta di Meksiko, US$32,4 juta di Brazil, US$28,6 juta di Australia, dan US$24,2 juta di India.
Kisah Furious 7 diisukan menjadi serial terakhir dari Fast and Furious, namun pihak rumah produksi dan Vin Diesel selaku produser sudah melegalkan hak waralaba dari kisah kawanan penguasa jalanan ini.
Penguasaan Furious 7 pun terancam oleh kehadiran kawanan super hero jagoan Marvel, Avengers, yang akan dirilis sekuelnya pertama kali serentak di Asia pada 22 April 2015. Secara global, Avengers: Age of Ultron akan dirilis pada 1 Mei 2015.
Dikabarkan, Avengers: Age of Ultron akan menggeser The Avengers yang berada di peringkat pertama pendapatan tertinggi dalam sejarah Amerika Serikat dan Kanada dengan raupan US$207 juta atau berada di bawahnya dengan kisaran US$ 200 juta.
(end/vga)