Romansa merupakan hal paling ringan yang bisa dikonsumsi kapan pun, dalam situasi apa pun. Membaca novel romansa bagaikan merangkak ke dalam selimut tempat tidur setelah seharian yang melelahkan. Apa sebenarnya kelebihannya?
Romansa adalah pelambung angan, penyentuh perasaan. Novel romansa selalu berhasil mengajak pembaca masuk ke kehidupan si tokoh utama, mengombang-ambingkan perasaan seperti sedang berada di dalamnya. Pembaca bisa diajak jatuh cinta ke langit ke-tujuh, lalu mendadak diempaskan ke bumi oleh sakitnya patah hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apakah itu buruk?
Ada yang berteriak dari otak: masih ada harapan! Sepahit apa pun hidup pembaca, dari buku romansa ia bisa mendapat harapan untuk menemukan cinta, bahkan pangeran impiannya.
Konyol, mungkin. Tapi perempuan terkadang suka dibuali. Kelompok orang yang putus asa terkadang memang butuh dikonyoli. Yang penting mereka menyadari, tidak semua keinginan akan tercapai. Tidak semua kisah cinta akan indah.
Dan yang lebih penting lagi, efek kebahagiaan atau harapan yang melambung usai membaca novel romansa itu, hanya sementara. Tapi setidaknya itu cukup untuk memantikkan kembali harapan untuk berlaku baik demi mendapat yang baik.